Life Story oF eLsa (part 2)

penantian elsa

penantian elsa

(ini adalah kisah hidupku, sebut saja namaku elsa. Kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan cintaku yang penuh liku)

Apakah cinta kita bisa bersatu?

Kata teman-teman wajahku lumayan cantik dan manis, ditambah lagi dengan sikapku yang periang dan suka bercanda membuat cowok-cowok di lingkunganku banyak yang menaruh hati. Sebenarnya aku bukan tipe orang yang pemilih, namun pelajaran hidup ku yang tlah membuat aku menjadi selektif dalam memilih cowok. Sikapku yang selektif cukup beralasan karena dalam hidupku aku telah disakiti dua cowok (bapak kandungku dan bapak tiriku). Mereka yang seharusnya bertanggung jawab atas hidupku malah mensiasiakan aku.

Dulu ketika ku masih dalam masa keterpurukan, serba kesusahan, terutama masalah financial, ada seorang cowok yang mendekatiku. Perhatiannya dan Dengan segala cara akhirnya aku jatuh juga dipelukan dia. Umurnya terpaut jauh dengan ku, Sikapnya yang sangat dewasa membuatku sering merasa nyaman dengan dia. Suatu ketika aku diajak kerumahnya, orangtuanya sedang keluar kota sehingga keadaan rumahnya kosong. Dia mengajakku bercinta. Awalnya aku takut dan menolak apalagi aku belum pernah bercinta sebelumnya, aku takut hidupku akan seperti ibu. Namun dia terus membujukku dan meyakinkan aku kalo tidak akan hamil, akhirnya kami bercinta. Saat organsme dia mengeluarkan di diluar, mungkin itu tehnik yang digunakan agar tidak ada janin d rahimku.

Sejak peristiwa itu aku masih takut, aku cemas kalo ada sdikit sel telur yang masuk di rahimku. aku berusaha agar aku bisa menstruasi, dengan cara itu aku bisa yakin tidak akan hamil. Berbagai cara kulakukan seperti minum minuman bersoda, minum jamu perlancar haid, sampai loncat-loncat. Beberapa hari kemudian aku datang bulan, sejak saat itu aku baru bisa bernafas lega.

Waktu berjalan, ternyata dia bukan orang yang setia. dia memutuskan aku. Aku terpuruk, cowok yang telah merenggut virginku tega meninggalkan aku. sekali lagi aku diperlakukan oleh cowok yang tidak bertanggung jawab. Tuhan…..kenapa dalam hidupku aku selalu dipertemukan dengan laki-laki jahat?.

Kejadian itu tidak ada orang yang tahu, termasuk teman-teman ku disekolah. Teman sekolahku tetap mengenalku sebagai orang yang ramah, periang, suka beracanda, dan asik diajak ngobrol. Aku tidak mau teman-temanku tahu penderitaanku. Biarlah aku yang simpan pahitku karena ini adalah hidupku.

Disekolah ada beberapa cowok yang dekat denganku, mereka adalah teman-teman baikku. Tapi jujur saja ada satu teman cowok yang spesial dihatiku. Tapi aku takut mengungkapkan rasa cintaku. Sebut saja namanya yoga, dia orang yang baik, berpenampilan selalu rapi dan terkesan orang kaya. Awal ku kenal ketika ku masuk organisasi di sekolah, sikap ku yang suka bercanda membuat mudah orang mengenalku. Pertama kali mengenal yoga adalah pendiam, hanya berkata ketika di Tanya. Aku penasaran dengan sifatnya, sehingga aku sering mengerjai yoga, bekerjasama dengan salas salah satu temanku yang suka bercanda juga sering membuat yoga kewalahan, lambat laun sifat dan sikap yoga terlihat, dia ternyata orangnya asik namun tidak pandai beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga pertama kali tampak pendiam. Waktu itu kedekatan kami di organisasi sangat kental, banyak canda, tawa, dan serius ketika saatnya. Seringnya ketika pulang dari kegiatan, angkot sore menuju rumahku sudah habis, dan yoga lah yang sering mengantarku pulang ke rumah naik motor. Setiap kali bonceng yoga, aku sering berbincang bincang, yang kuceritakan pada yoga adalah kehidupanku yang normal, aku selalu menutupi masalah hidupku, aku tidak mau yoga punya kesan yang buruk terhadapku. Seringnya bincang-bincang, aku dan yoga jadi dekat dan mulai suka dengan yoga.

Selang waktu berjalan aku tidak bisa melanjutkan kegiatan organisasi di sekolah, banyak masalah yang selalu menyelimutiku, terutama masalah keluarga dan masalah keuangan. Waktu kelas dua aku sering tidak masuk sekolah karena BP dan TU sekolah selalu memanggilku karena masalah keuangan. Aku malu jika ada yang tahu akan masalahku ini, jika ada teman yang mencari ku dan bertanya kenapa aku sering tidak masuk sekolah, aku hanya jawab sakit.

Suatu ketika salas dan yoga datang kerumahku, dia menjenguk aku karena aku sudah 1 minggu tidak masuk sekolah. Aku menutupi kesedihanku, mereka mencoba menghiburku dengan canda dan tawa ala salas. Sebenarnya mereka sudah curiga ketika melihat fisik ku sehat. Tapi setiap mereka bertanya sakit apa, aku hanya menjawab biasa sakit khusus perempuan tiap bulan. Waktu itu aku mencoba senang dengan canda dan tawa yang mereka buat. Aku cukup senang karena mereka datang  dan bersyukur karena ada teman yang perhatian denganku. Lusa setelah mereka menjengukku, aku masuk sekolah lagi dengan ongkos yang pas-pasan.

Setelah aku keluar dari kegiatan organisasi, intensitasku ketemu dengan yoga dan salas sangat sedikit. Kalaupun bertemu hanya saling sapa dan bercanda kilat ala salas. Ketika kelas 3, aku marah karena ada teman satu kelas ku yang mendekati yoga, sebut saja asti. Dia punya rupa yang cantik, putih, dan tubuh yang berisi. Seringnya mereka bertemu membuatku marah, apalagi sifat asti yang menjelek-jelekan aku di hadapan yoga. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya pasrah dan instropeksi diri, siapa aku ini? Aku Hanya seorang cewek yang miskin yang lahir dari keluarga yang semrawut (broken home). Aku merasa tidak pantas mendapatkan dan memperjuangkan yoga. Sejak itu aku biarkan mereka asik bercengkrama di sudut kelas, aku selalu melihat mereka dari jendela kelasku. Aku juga pernah memergoki asti menerima hadiah dari yoga dan di pamerkan di kelas dengan maksud membuatku panas. Sikap asti yang manja pada yoga selalu membuatku panas di kelas yang berkipas.

Aku selalu berkata pada diriku, tenanglah elsa, bisa sekolah saja kamu sudah bersyukur, tidak perlu mikir yang macam-macam, jika yoga jodoh kamu pastilah dia tidak akan pergi jauh, saat ini kamu hanya perlu konsentrasi dengan belajarmu untuk dapat lulus dengan standar nilai yang cukup tinggi.

Suatu ketika sepulang dari les tambahan d sekolah, aku menunggu angkot sore yang tak kunjung tiba. Lama sekali aku duduk di pinggir jalan berharap masih ada sisa angkot yang lewat depanku. Tiba-tiba yoga datang dengan motor bebek silver hitamnya, dia menyapaku dan berhenti sejenak, “mau nebeng ga sa?”. Spontan akupun tersenyum dan tak dapat menolak ajakan yoga. Sepanjang perjalanan aku dan yoga ngobrol banyak, entah apa yang jadi bahan pembicaraan waktu itu, yang jelas aku senang dan nyaman berada di sisi yoga.

Biasanya aku pulang dan berangkat sekolah diantar mita, namun karena ada les tambahan dan pulangnya sore terpaksa aku harus naik angkot walaupun sebenarnya aku harus pinjam sana-sini untuk bayar angkot. Semenjak nebeng dengan yoga dan menceritakan kesusahanku ketika pulang sore, akhirnya yoga dengan hati baiknya mau memberi tumpangan setiap pulang les tambahan.

Ujian akhir sekolah dimulai, aku tidak lagi melihat sosok yoga. Perpisahan sekolah, sampai pengumuman kelulusan juga tidak melihat dirinya. Pernah sekali sepulang dari acara perpisahan sekolah, aku melihat dan memanggilnya namun dia tidak mendengar panggilanku. Sejak saat itu bertahun-tahun aku tidak lagi melihatnya.

Setelah lulus dari sekolah aku ditawari kerja di luarnegeri. Tepatnya di singapura. Kondisi ekonomi merupakan alasan yang kuat untuk pergi kesana. Singkat cerita aku jadi TKI di singapura. Aku sangat bersyukur karena ditempat kerjaku ada fasilitas konek internet, sehingga aku bisa online kapan saja selain jam-jam kerja. Kurang lebih 4 tahun aku tidak ketemu denga yoga.

Suatu ketika melalui mita aku dapat nomor telp yoga, aku mencoba calling dia, ternyata nyambung. Aku senang sekali bisa mendengar lagi suara yoga. Dalam percakapan lewat telpon aku dapat alamat email dan facebook yoga. Aku tidak bisa sering telpon atau telpon lama-lama karena aku menggunakan telpon di tempat kerja. Setelah itu komunikasiku nyambung lagi dengan yoga, aku sering sekali chat via YM dan saling koment di FB.

Dalam pembicaraan lewat chating aku mengungkapkan perasaanku ke yoga, perasaan yang sudah lama aku pendam. Aku kaget Yoga juga mempunyai perasaan yang sama terhadapku. Saat itu juga aku menjalin hubungan dengan yoga. Walau belum ketemu dengan yoga, aku sangat menantikan kepulanganku ke Indonesia dan kampung halamanku.

Sampai saat ini aku masih menjalin hubungan dengan yoga lewat chating, aku tidak sabar ingin ketemu dengan yoga hari raya nanti. Waktu lebaran tahun ini aku sudah punya jadwal pulang ke Indonesia.

About KANZAMEDIA

WIRAUSAHA

Posted on Juni 15, 2010, in belajar nulis cerpen and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: