Life Story of Elsa, (part 1)

kesedihan elsa

(kisah nyata ini saya dapat dari seorang teman saya, sebut saja namanya elsa. Kisah ini tentang seorang anak yang berjuang hidup dengan status dan keadaan yang tidak diinginkan)

Apakah aku anak haram?

Sebut saja namaku elsa, kelahiranku di dunia mungkin tidak diharapkan oleh kedua orangtua kandung saya. Pertama kali menghembuskan nafas di dunia, status orangtuaku belum menikah. Aku juga tidak habis pikir kenapa ibuku tetap melahirkan aku. Hanya demi nafsu sesaat meraka (orangtuaku) tega membiarkan ku hidup kedunia. Setelah tahu ibuku mengandungku, bapak kandungku kabur entah kemana. Selang waktu berjalan, dan setelah di cari dan di telusuri, ternyata lelaki tak bertanggung jawab itu sekarang berada di Jakarta dan sudah punya keluarga sendiri.

Mungkin di Negara-negara barat anak lahir dengan orangtua yang belum menikah sudah biasa dan tidak dianggap tabu, Tetapi tidak bagi aku. Aku harus berjuang agar orang-orang di sekitarku mau menerima aku. Setelah melahirkan aku ibuku pergi ke Jakarta, dia pasti berfikir tidak mungkin hidup di desa dengan seorang anak tanpa bapak. Aku di titipkan ibuku pada nenek ku di desa, sedang ibuku memilih bekerja di Jakarta. Ibuku pulang ke kampung setahun sekali ketika hari lebaran, ia hanya memberiku uang kiriman dari Jakarta, itupun tidak rutin tiap bulan. Seringnya aku meminta uang ke simbahku (nenek ku) ketika aku butuh sesuatu.

Simbahku hanya seorang petani kecil, uang hasil panen hanya cukup untuk makan sehari-hari. Oleh karena itu aku sadar, tidak mungkin aku berani minta macam-macam ke simbahku. Tinggal di tempatnya dan makan ala kadarnya itu sudah cukup bagiku untuk banyak bersyukur dan berterima kasih. Memang Hidup ku serba kekurangan. Aku tidak bisa seperti teman-teman yang lain, dengan asiknya mereka naik motor, punya HP, dan berpakaian modis.

Masa kecil sampai dewasa kulalui dengan perjuangan, omongan orang, gunjingan, dan tidak sedikit bagi meraka yang menganggapku anak haram. Walau orang-orang di sekitarku tidak bicara langsung di hadapanku, namun aku sering mendengar mereka membicarakanku, ada yang mencibir, menyalahkan ibuku, kasihan pada ku, dan sebagainya. Hatiku sangat sedih ketika mereka membicarakanku, seringnya aku tak tahan dengan keadaan dan menagis disudut kamar.

Ketika ku menangis, sering aku bertanya pada tuhan,”kenapa aku dilahirkan seperti ini?”. Menginjak dewasa, teman-teman sebayaku mulai tahu tentang keberadaanku, banyak diantara mereka yang merasa kasihan, namun tidak sedikit dari mereka yang menjaga jarak denganku. Semakin dewasa ruang gerakku semakin terbatas, aku lebih memilih sering dirumah ketimbang bergaul dengan orang-orang di sekitarku.

Waktu berjalan, ibuku menikah dengan duda yang telah mempunyai anak. Dari pernikahan mereka dikaruniai anak. Sehingga aku punya banyak saudara tiri. Aku berharap dapat kasih sayang dari seorang bapak, ternyata kenyataan tidak seperti yang ku kira. Kedua orangtuaku (ibu kandung&bapak tiri) lebih sayang pada anak kandung mereka, Terutama bapak ku. Aku sering diperlakukan tidak adil, ibuku yang seharusnya membelaku malah lebih menyayangi bapak ku. Keberadaanku sering tidak dianggap oleh mereka. Ketika aku berontak, adu mulut pun terjadi antara aku dan bapak ku. Melihat hal itu, ibuku hanya terdiam dan lebih membela bapakku, aku hanya dapat menangis. Bapak dan ibuku berdomisili di Jakarta, semenjak mereka menikah, perhatian ibuku kepadaku berkurang.

Aku sering berantem (adu mulut) dengan bapakku, aku merasa tidak sependapat dengan dia terutama dalam masalah perhatian dan keuangan. Aku sering diperlakukan tidak adil oleh mereka. Bagiku bapakku adalah lelaki yang tidak bertanggung jawab ke dua setelah bapak kandungku yang pengecut. Di KTP dan Akta kelahiranku dulu diajukan atas nama bapak kandungku. Tapi pihak pemerintah menolak karena belum ada pernikahan, akhirnya ibu meminta bapak tiri untuk bersedia menjadi bapakku secara formal. Awalnya bapakku menolak, tapi setelah ibuku meminta-minta akhirnya dikabulkan.

Salah satu tangis dan perjuanganku adalah ketika aku duduk di bangku SMA. Waktu itu aku sangat kebingungan dalam masalah keuangan. Dari kelas dua sampai kelas tiga SPP ku belum terbayar, rapor ku selalu disita pihak sekolah, panggilan dari BP dan TU juga sangat sering aku terima. Aku sering meminta ibu untuk mengirim uang buat bayar SPP, namun bapakku selalu enggan untuk memberinya. Berkali-kali surat panggilan dari sekolah untuk orangtua, namun tidak ada respon dari mereka. Sering sekali aku tidak masuk sekolah karena malu. Malu pada guru, pihak sekolah, dan malu pada teman-teman. Aku tidak punya uang sepeserpun, termasuk ga da biaya untuk angkot berangkat dan pulang ke sekolah. Jarak rumahku dengan sekolah terbilang jauh. Karena aku tinggal di desa yang tergolong pelosok.

Semangatku untuk belajar bangkit kembali ketika ada adik kelasku yang mengajak aku berangkat sekolah. Dia masih tetanggaku, sebut saja namanya mita. Sejak saat itu aku dan mita berangkat dan pulang bareng naik motornya mita. Kurang lebih selama dua tahun aku mengandalkan dia untuk transportasi ke sekolah. Tidak hanya kendaraan, terkadang dia juga menolongku dalam hal keuangan. Walau tidak pinjam banyak tapi cukup untuk memenuhi keperluan hidupku waktu itu. Bagiku dia adalah pahlawan. Karena berkat dia aku masih bisa tetap bersekolah dan lulus sampai sekarang. Ijazah SMA ku ditahan pihak sekolah sampai aku bisa bayar SPP. Singkat cerita aku sudah punya penghasilan, dan ijazah sudah bisa ku dapat. Aku tidak habis pikir, kenapa orangtuaku tega memperlakukanku seperti ini?.

Ini adalah sepenggal kisah ku. Masih banyak kisah lain yang belum aku ungkap. Semoga bisa menjadi bahan renungan, untuk ku, dan untuk semua pembaca cerita ini.

About KANZAMEDIA

WIRAUSAHA

Posted on Juni 8, 2010, in belajar nulis cerpen and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. jangan bersedih bukan cuman kamu yang mengalaminya tapi masih ada aku dan orang lain diluar sana. Kisahmu sama dengan kisahku walaupun berbeda sedikit tapi inti dari kisahmu sama dengan ku hidup ini memang tidak adil tapi harus tetap kita jalani🙂 (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: