syukur vs inovasi

inovasi

inovasi

Selamat datang di dunia beda konsep. Ini bukan artikel atau wacana semata, tapi ini realita.

syukur

syukur

Bagi anda yang mempunyai konsep islam dan konsep dunia yang dalam, tolong jawab pertanyaan dan kenyataan yang muncul pada akhir-akhir ini.

Konsep syukur

Banyak orang pintar yang mengatakan banyak-banyak lah bersyukur, karena hakikatnya semua yang ada di dunia hanyalah milik allah, kita adalah bagian dari ciptaanya. Sehingga segala sesuatu allah yang paling berkuasa dan mengatur segalanya. 

Sepotong kata tersebut berkaitan dengan kebiasaan orang-orang sekarang, khususnya orang muslim (maaf bukan memojokkan orang muslim, karena saya juga muslim). Kebiasaan tersebut antara lain:

  1. Petani yang memperoleh rezeki setelah padinya di panen, lantas ia berkata “banyak-banyaklah bersyukur, mungkin allah memberikan rezeki cukup seperti ini.
  2. Pedagang yang barang dagangannya terjual, lantas ia berkata “ bersyukurlah pada allah, karana barang nya laris terjual”
  3. Nelayan yang memperoleh ikan berkata,”bersyukurlah padanya, dia yang telah mengatur rizeki mahluknya.
  4. Dan contoh lainnya.

Semakin banyak orang bersyukur, artinya semakin banyak orang merasa cukup dengan apa yang sudah ia dapat.

Pertanyaannya adalah:

  • Apakah hal tersebut membuat orang-orang,khususnya muslim, selalu tertinggal??
  • Karena kebanyakan pencipta teknologi adalah orang-orang barat, Kenapa orang-orang muslim tidak pernah berpikiran untuk menciptakan suatu teknologi canggih yang dapat memudahkan kehidupan manusia?? Apa karena kebanyakan bersyukur sehingga ia selalu merasa cukup dan melupakan adanya kebaikan yang bisa diciptakan oleh manusia lebih dari sekarang??
  • Dengan selalu bersyukur apakah sama dengan mematikan kreatifitas, mematikan  inovasi, dan mematikan daya imajinasi?? Yang pada hakikatnya suatu penemuan berawal dari ketidakpuasan manusia untuk menjadikan sesuatu agar menjadi lebih??

 

Konsep berpikir maju

Sudah tidak jadi rahasia lagi kalau para penemu teknologi adalah kebanyakan mereka dari orang-orang barat (non muslim). Mereka selalu merasa tidak puas dengan sesuatu yang sudah ada sekarang, mereka selalu berimajinasi, berinovasi, dan berkreasi, sehingga penemuan-penemuan terus terjadi disektor kehidupan yang memudahkan menusia. Mulai dari adanya radio, mobil, pesawat, telepon, mesin-mesin pabrik, sampai berkembangnya computer.

Yang jadi pertanyaannya adalah:

  • Untuk berpikir maju perlu ada ketidakpuasan dari sesuatu yang sudah didapat saat ini, apakah ketidakpuasan untuk berpikir maju menyalahi konsep bersyukur?? Karena sama halnya bersyukur sama dengan berpikir cukup, dan maju sama halnya berpikir ketidakpuasan???
  • Latas, apakah dengan berpikir maju seperti orang-orang barat, seseorang dapat dikatakan tidak bersyukur?
  • Jika memang benar, untuk membuat orang-orang berpikir maju, haruskah manusia tidak bersyukur??
  • Jika memang akhirat adalah tujuan orang-orang muslim, apakah kita melupakan kebaikan dunia yang seyogyanya adalah pijakan untuk menuju akhirat??

“Jika anda merasa bisa menjawab semua pertanyaan tersebut, marilah kita berbagi pendapat untuk kebaikan islam dimasa datang”

About KANZAMEDIA

WIRAUSAHA

Posted on Juli 20, 2009, in pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Banyak ulama islam yang meletakkan dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi kemajuan dunia sekarang ini, seperi :ibnu sina, abdul jabar, al farabi dan lain-lain, mereka semua pandai bersyukur, tapi anehnya ada orang islam yang tidak setuju dengan mereka, melarang untuk mempelajarinya

  2. wah tulisan yang bagus sekali, kritis dan membangun…. trim’s

  3. terus… apakah islam akan jadi agama yang hanya bangga pada kemajuan umatnya terdahulu???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: