dibalik senyum capres

dibalik senyum capres

dibalik senyum capres

Calon presiden is……….

1. Bintang iklan

Layaknya artis, para capres dan cawapres berlomba-lomba nampang di televisi, di Koran, di radio, dan media masa lain.

2. Obral janji

Sudah kebiasaan dan mungkin telah menjadi hal yang lumrah, tiap masa kampanye capres dan cawapres banyak bicara, pandai bersilat lidah, selalu menjanjikan kemakmuran rakyat, menjanjikan pemecahan masalah bangsa dll. Ironisnya sampai saat ini jika dibandingkan dengan Negara lain, negara kita selalu pada level bawah. Itu artinya mereka hanya selalu bicara manis pada kampanye, toh setelah jadi presiden siapapun orangnya pastinya Negara kita biasa-biasa saja. Tidak bisa semaju amerika, selalu tertinggal dibandingkan Negara tetangga dan selalu menyandang predikat Negara miskin dengan sumber daya alam yang melimpah.

3. Saling menjatuhkan

Cara ini selalu dilakukan para capres dan cawapres pada kampanye. Mereka selalu mencari celah-celah kesalahan pada pemerintahan sebelumnya. Mengeluarkan semua aib pemerintah yang berkuasa saat ini, saking banyaknya aib yang dipaparkan seolah-olah tidak ada kebaikan pada pemerintah yang berkuasa saat ini.

4. Narsis

Kata tersebut cukup mewakili untuk para capres dan cawapres, karena selama kampanye mereka banyak panggilan untuk mengisi acara-acara TV, fotonya banyak nampang di ruas-ruas jalan, dan di gang komplek.

5. Sedikit takabur

Saking banyak kebaikan yang diumbar capres, sehingga besar kemungkinan timbul sikap sombong walaupun tidak mereka sadari.

kreasi fauzi asli.

About KANZAMEDIA

WIRAUSAHA

Posted on Mei 29, 2009, in pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: